Penggemar Lingkungan dan Harry Potter


Kategory : Categories Orang-orang
Posted on

Bayangkan bila anak-anak disekolah diajarkan mengenal dan menanam tanaman obat kemudian mengetahui khasiat serta cara meramunya untuk mengobati penyakit flu atau batuk. Luar biasa kan?”

Catatan: Pada 2001 sempat ada tabloid anak-anak bernama Kreatif. Entah apakah masih ada. Tapi gagasannya sungguh baik sekali.

Penggemar Lingkungan dan Harry Potter

kreatif2

Mbak Hira ini dulu waktu kecil cita-citanya banyak. Ia pernah ingin jadi guru, lalu pernah ingin jadi petani dan pengembara. Tetapi yang paling diinginkan adalah keliling dunia.

Sekarang, karena pekerjaannya sebagai ahli pelestarian lingkungan, ia sering berkeliling Indonesia dan dunia.

Hobinya adalah jalan di hutan, menulis dan membaca. Bacaan Mbak Hira bukan hanya buku-buku lingkungan, tetapi juga buku Harry Potter.

Mbak Hira menjelaskan, dalam buku itu pernah diceritakan mata pelajaran herbologi di sekolah sihir Hogwarts, yang mengajarkan murid-murid mengenal aneka tanaman untuk ramuan, cara menanam dan meramunya.

Bayangkan bila anak-anak disekolah diajarkan mengenal dan menanam tanaman obat kemudian mengetahui khasiat serta cara meramunya untuk mengobati penyakit flu atau batuk. Luar biasa kan?” katanya. Menurutnya pelajaran ini sama saja dengan pelajaran mengenal keragaman hayati.

Kata Mbak Hira, “ Yang terpenting adalah, bagaimana kita dapat belajar berkerjasama, mengesampikan ego (artinya tidak mementingkan diri sendiri) dan menjalin persahabatan untuk dapat menyelesaikan masalah. Sifat-sifat ini amat penting dalam mengupayakan pelestarian lingkungan.’’

Ketika kuliah di fakultas biologi, ia sering pergi studi ke hutan atau ke alam bersama teman-temannya. Dari situlah ia mulai belajar tentang alam. Ditambah lagi ia sering mendapat pengetahuan dari teman –temannya di LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan sering berhubungan dengan masyarakat desa.

“ Hasil dari semua itu adalah pemikiran bahwa lingkungan adalah bagian dari hidup kita, tapi kita lupa memeliharanya. Jadi ya keterlibatan dalam pelestraian lingkungan lama-lama jadi pilihan hidup”, begitu katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *