Museum Desa dan Museum Ilmu di Kanada


Kategory : Categories Jalan-jalan
Posted on

Desa pada abad XIX dan pemahaman tentang ilmu dan teknologi di abad XXI berpadu menjadi daya tarik bagi masyarakat dan pengunjung Kanada. Sejarah masa lalu dipahami dan ketrampilan teknologi masa depan disongsong. Catatan: Pada 1989 saya mengunjungi Kanada. Seorang teman mengajak saya ke dua tempat yang mewakili masa lalu dan masa depan. Sebuah museum desa abad XIX dan Ontario Science Center yang memperkenalkan aneka teknologi abad XX dan XXI. Kini, lebih dari 25 tahun kemudian, saya google kedua tempat tersebut, ternyata masih ada dan mereka punya laman. Silakan lihat www.blackcreek.ca dan https://www.ontariosciencecentre.ca.

Museum Desa dan Museum Teknologi di Kanada
Hira P. Jhamtani  (Intisari Juli 1990 hal 68-72)

Kota metropolitan Toronto memiliki museum sejarah hidup, awal kehidupan pendatang kulit putih di Kanada pada abad ke XIX. Musium hidup itu di tuangkan dalam bentuk desa yang dinamakan Black Creek Pioneer Village atau desa Pelopor Black Creek.

museum kanada

Mirip Little House on the Prairie

Black Creek terletak di pinggir Kota Toronto dan dapat dicapai dengan jalan kaki dari kompleks Universitas Yale, salah satu universitas terbesar di Kanada. Pintu gerbang Black Creek justru nampak tidak kuno, namun juga tidak modern. Bahkan setelah pintu masuk, terdapat kantor, toko dan teater yang serba modern. Toko-toko di sana menjual berbagai cendera mata berukirkan atau bertuliskan Black Creek. Sedang teaternya memutar film sejarah Black Creek dan sejarah pemukiman pendatang kulit putih di bagian selatan Ontario (Toronto adalah ibu kota Propinsi Ontario). Sayang, waktu saya ke sana, teater belum buka karena masih pagi.

Ongkos masuk Black Creek ialah 4,8 dolar Kanada (1 dolar = Rp 1.400,00). Namun, ada tarif khusus unruk anak-anak, orang tua dan pelajar. Dengan uang kurang dari 5 dolar, kita bisa melihat kehidupan abad XIX yang dimulai dengan rumah pelopor desa, Daniel Stong. Daniel Stong adalah orang Jerman dari Pennsylvania yang menjadi pelopor pemukiman di Black Creek. Dia mendirikan lima bangunan kayu pada tahun 1816-1832, yang hingga kini masih dibiarkan dalam bentuk aslinya. Desa Daniel Stong merupakan proyek “warisan pusaka” yang di kelola oleh Badan Pelestarian Daerah dan pemerintah metropolitan Toronto.

Berjalan-jalan di Black Creek seperti kembali ke zaman dulu yang sering kita lihat dalam film, seperti Little House on the Prairie. Ada penginapan kuno lengkap dengan gadis resepsionis bergaun panjang model dulu. Di sekitar rumah Daniel Stong terdapat sumur tua, sedang di sekeliling desa ada sungai kecil Black Creek yang dijadikan nama desa. Rasanya aneh melihat bendera Inggris berkibar di depan gereja. Memang Inggris yang pertama kali menginjakkan kaki di Ontario.

Black creek menarik karena bangunan tua dan seluruh desanya tidak mati. Ada staf yang berpakaian dan bekerja seolah-olah mereka hidup di abad lalu. Sebagai misal, ada pembuat lemari dengan pakaian kerjanya di bengkel. Albert yang pernah tinggal di Indonesia pada tahun 1940-an adalah pembuat lemari. Ketika kami bertemu di pintu gerbang, ia masih mengenakan pakaian modern. Namun, ketika kami bertemu lagi di dalam bengkel, dia telah mengenakan “pakaian kerjanya”. Tugas Albert ialah memperlihatkan kepada pengunjung bagaimana orang zaman dulu membuat lemari.

Sekolah Black Creek tutup, karena waktu itu hari minggu. Gedung dan bangku kelasnya sama persis dengan sekolah Ibu Beadle dalam film Laura Ingalls. Bahkan kelasnyapun hanya satu.

Kebaktian di gereja belum dimulai karena hari masih pagi. Gereja ini pun bisa dipesan untuk menyelenggarakan pernikahan di sore hari.

Ada apotik hidup

Nampaknya, Desa Black Creek mampu berswasembada. Selain pembuat lemari, desa itu juga mempunyai pengrajin besi, timah dan pengilingan tepung. Penggilingan tepung Roblin ini menggiling gandum menjadi tepung dengan tenaga kincir air terbuat dari kayu.

Di zaman itu, ada pembuat sapu dari rambut jagung. Bahkan jagung untuk membuat sapu ditanam di belakang tempat pembuatan sapu. Tidak kalah menariknya ialah apotek hidup yang dimanfaatkan oleh dokter di Black Creek untuk mengobati orang sakit. Apotek hidup ini terdapat di sekeliling desa, jenis tanamannya lebih dari 40.

Black Creek memiliki markas pemadam kebakaran, kandang kuda, kantor pos, percetakan, bengkel tenun dan balai kota. Desa kuno itu juga mempunyai penjahit wanita, yang konon suaminya adalah tukang jam. Rumah Samuel Stong dan bengkel pembuatan minuman Snider kini digunakan untuk Program Pendidikan Black Creek. Program ini diadakan khusus untuk pelajar dalam bentuk kunjungan pendidikan atau guided tour

Ketika hari semakin siang, orang berlalu-lalang, sehingga tempat itu benar-benar memberi kesan suasana desa tempo dulu. Ada kereta kuda yang lewat di hadapan kami atau wanita berbincang-bincang sambil berjalan di atas trotoar kayu.

Pengunjung biasanya dapat melihat demonstrasi pembuatan kerajinan tangan dan cendera mata yang di buat oleh staf Desa Black Creek di bengkel pengrajinan lemari, timah, pembuatan sapu dan bengkel-bengkel lainnya. Tempat-tempat ini membuat musium hidup.

Musium Black Creek dibiayai oleh Kementerian Kebudayaan dan Komunikasi Ontario, dibantu dana dari pendapatan tiket masuk. Selain itu ada program “anggota Desa Black Creek”, dimana setiap anggota membayar iuaran. Mereka yang menjadi anggota memperoleh beberapa fasilitas, seperti bebas masuk setiap saat selama jam buka, potongan harga untuk pembelian cendera mata dan makanan di lingkungan Black Creek, serta pemberitahuan tentang acara khusus yang diadakan di Black Creek.

Musium abad XXI

Kalau Black Creek merupakan musium abad XIX, maka Ontario Science Center mendapatkan julukan museum abad XXI. Pusat ilmu pengetahuan ini merupakan museum ilmu dan teknologi yang hidup. Kompleksnya terdiri tiga bangunan seluas 40.500 m² di atas tanah seluas 8 ha di jantung Kota Toronto, namun bukan di pusat keramaiannya.

Dengan uang 3 dolar Kanada, kita bisa melihat dan memperoleh pengalaman langsung dengan berbagai teknologi, dari yang paling sederhana, seperti pembuatan kertas, sampai teknologi canggih memadu gambar untuk televisi. Untuk bisa menyaksikan semua peragaan ilmu dan teknologi di pusat ilmu pengetahuan diperlukan waktu lebih dari sehari.

Supaya tidak tersesat di kompleks yang luas ini, kami minta peta di pintu masuk. Di ruang penerimaan tamu, juga di sediakan berbagai brosur, seperti petunjuk praktis membuat kertas dari kertas bekas dan sisa-sisa sayuran atau limbah tanaman, membuat boneka dari kain, sampai membuat balon berisi udara panas. Selain itu, juga di sediakan brosur tentang sejarah dan cara menggunakan miskroskop elektron, bagaimana menguji daya persepsi kita serta cerita tentang manfaat amniocentesis untuk diagnosis keadaan janin sebelum dilahirkan.

Pusat ilmu pengetahuan dibagi menjadi beberapa bagian, seperti lingkungan bumi, lengkap dengan trail (lintas alam) yang ada di luar gedung. Lintas alam ini menggambarkan keadaan hutan alam. Bagian kehidupan memamerkan mikroskop elektron, kesehatan dan mode, tubuh manusia serta rumah kaca. Bagian-bagian lain ialah komunikasi, transportasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan energi.

Pust ilmu pengetahuan mempunyai tiga teater yang memutar berbagai film ilmu pengetahuan dengan masa putar masing-masing 30 menit. Di dalam gedung ini juga terdapat 20 teater mini berupa media campuran (film, slide, dsb.) Untuk menyaksikannya, pengunjung cukup menekan salah satu tombol yang tersedia.

Hampir semua peragaan di sini dirancang untuk merangsang “partisipasi aktif”. Barang-barang yang diperagakan tidak semata-mata benda mati, tetapi bisa “dihidupkan” dengan tangan kita. Misalnya, di bagian sumber daya Kanada ada berbagai pohon khas Kanada, terutama pohon-pohon berdaya guna. Di sebelah peragaan pohon terdapat sejumlah pertanyaan, seperti jenis kayu apa yang baik untuk bahan baku kertas. Kita diharapkan untuk menjawabnya dengan diberikan tiga pilihan. Tekanlah salah satu tombol untuk pilihan kita. Jika jawabannya benar, lampu akan memberikan tanda.

Dikunjungi dua ratus ribu pelajar setiap tahun

Yang paling menarik ialah peragaan memadu gambar untuk televisi. Kita masuk ke suatu ruangan di mana terdapat panggung berisi banyak tombol, dan di hadapan kita terdapat pesawat untuk melihat apakah gambar paduan kita sudah pas. Bila gambar pada paduan kita sudah tepat, wajah kita akan muncul di layar televisi. Bagian ini sangat digemari oleh anak-anak. Pada hari Minggu anak-anak akan ramai menanti giliran memadu gambar wajah mereka di layar televisi.

Peragaan hidup ini bertujuan untuk memahami ilmu dan teknologi kehidupan sehari-hari lewat interaksi dan keterlibatan antara pengunjung dengan barang-barang yang diperagakan. Bagi pelajar, kompleks yang dikelola oleh Badan Konservasi Daerah dan Departemen Taman Toronto ini, merupakan sarana belajar ilmu dan teknologi yang menyenangkan dan tidak membosankan. Memang, salah satu tujuan program ini ialah mendorong minat terhadap ilmu, lagi pula belajar itu bisa dilakukan sambil bermain.

Setiap tahunnya pusat ilmu pengetahuan ini dikunjungi sekitar dua ratus ribu pelajar. Rombongan pelajar tidak dipungut biaya, termasuk bea masuk, asal mereka memesan tempat seminggu sebelumnya. Program pendidikan disini dirancang untuk murid TK sampai mahasiswa, disamping untuk anak sekolah yang memerlukan bantuan khusus.

Tempat ini juga menyelenggarakan program anggota seperti di Black Creek. Keanggotaanya diperuntukkan bagi pemuda (10 – 18 tahun. Dengan membayar iuran wajib tahunan sebanyak 25 dolar Kanada, mereka memperoleh beberapa fasilitas, seperti langganan gratis Newscience yang diterbitkan oleh pusat ilmu pengetahuan, potongan harga di rumah makan, toko yang menjual berbagai peralatan pendidikan, dan undangan untuk acara/demonstrasi khusus.

Dengan dana dari keanggotaan, sebagian biaya pusat ilmu pengetahuan ditanggulangi. Selain itu dana diperoleh dari pemerintah daerah Ontario, pendapatan tiket masuk dan sumbangan pengusaha untuk beberapa peragaan. Seperti Black Creek, Ontario Science Center juga merupakan daya tarik besar untuk turis, terutama dari Negara Dunia Ketiga yang masih merasakan bahwa teknologi itu mahal.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *