Pilot Pejuang itu Bernama Biju Patnaik


Kategory : Categories featured, Rasa dan Bebas Pikir
Posted on

Banyak kelompok bekerja bersama-sama untuk meraih kemerdekaan. Menyatakan hanya ada satu atau beberapa kelompok saja yang berjasa adalah sebuah sesat pikir yang mengingkari perjuangan bersama. Pilot Pejuang itu Bernama Biju Patnaik

Beberapa hari lalu, ingatan saya tiba-tiba mampir pada seorang pilot India yang mempunyai kontribusi pada perjuangan Indonesia untuk merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang. Saya melihatnya sekali saja, pada akhir 1970an, saat masih sekolah. Suatu siang, murid-murid kelas yang 10-12 diminta hadir di aula karena ada orang penting. Ternyata kepala sekolah memperkenalkan seorang tinggi besar, seorang pilot dari India yang berjasa bagi perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Saya ingat namanya adalah Biju Patnaik.

Kepala sekolah menjelaskan bahwa dia telah berjasa secara diam-diam menerbangkan beberapa pemimpin Indonesia saat itu, ke luar negeri. Dan karena itu Biju Patnaik mempunyai hubungan erat dengan Indonesia. Ingatan ini membuat saya penasaran, maka saya kemudian meminta Pak Google untuk mencari informasi lebih lanjut.

Banyak orang mungkin tidak tahu atau telah melupakan Biju Patnaik dan perannya dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Jadi beginilah ceritanya. Pada 1947, dia menjemput Sutan Sjahrir, yang waktu itu adalah Perdana Menteri, dan menerbangkannya ke India untuk menghadiri Konferensi Inter-Asia yang diselenggarakan oleh Nehru. Ini disebut sebagai pekerjaan heroik, karena Patnaik harus menerobos pengawalan Belanda yang waktu itu menguasai laut dan udara. Dalam konferensi itulah Sutan Sjahrir mewartakan dan menggalang solidaritas Internasional untuk perjuangan Indonesia. Selain itu, Patnaik juga melatih para penerbang Indonesia seperti Adisucipto sehingga Indonesia mempunyai cikal bakal Angkatan Udara. Atas jasanya itu mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Utama dari pemerintah Indonesia pada 1995.

Uraian lengkap tetang Biju Patnaik bisa disimak di tautan ini. http://baltyra.com/2010/08/01/serial-baltyra-orang-orang-terlupakan-dalam-proklamasi-biju-patnai/ dan

https://en.wikipedia.org/wiki/Biju_Patnaik.

Ternyata Patnaik adalah orang nekad, tidak hanya dalam hal menerbangkan pesawat. Di Odisha, tempat asalnya dia diberi penghargaan dalam bentuk nama bandara (Biju Patnaik Airport ) di Bhubaneswar dan Biju Patnaik University of Technology di Odisha.

Apakah makna dari peran Biju Patnaik dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia? Bahwa banyak orang dan pihak terlibat di dalamnya. Indonesiapun berkontribusi pada perjuangan untuk kemerdekaan di negeri lain. Beberapa tahun lalu, bila berjumpa dengan orang dari Mesir, Nigeria atau Palestina, dan mereka tahu saya dari Indonesia, maka mereka mengatakan “Oh Soekarno. Kami mendapatkan inspirasi dari beliau. Dan kami mengetahui arti kata Merdeka”. Di masa itu negara-negara jajahan bekerja sama dalam solidaritas untuk mencapai kemerdekaan.

Seberapa berartikah tindakan yang dilakukan Biju Patnaik untuk Indonesia? Pertanyaan ini tidak penting. Setiap bagian dari perjuangan meraih kemerdekaan adalah penting. Analoginya seperti ini. Misalkan anda ingin mendapatkan uang Rp. 200.000. Dengan berbagai cara telah terkumpul Rp. 197.000. Anda hanya perlu tiga ribu rupiah (Rp. 3.000). Bila tidak ada yang memberikan tiga ribu rupiah itu, maka anda tidak berhasil mendapatkan Rp. 200.000 bukan? Maka yang memberikan tiga ribu rupiah adalah juga bagian dari upaya anda mendapatkan Rp. 200.000. Jasanya sama dengan jasa mereka yang lain. Begitu juga jasa Biju Patnaik.

Yang hendak saya katakan adalah bahwa banyak kelompok bekerja bersama-sama untuk meraih kemerdekaan. Menyatakan hanya ada satu atau beberapa kelompok saja yang berjasa adalah sebuah sesat pikir yang mengingkari perjuangan bersama. Para pejabat publik, terutama yang dipilih oleh rakyat langsung, seyogianya memahami hal ini dengan baik agar menjadi pemimpin yang inklusif dan melek sejarah.

Mari merayakan hari pahlawan dengan mengingat bahwa Indonesia merdeka adalah jasa banyak orang dan golongan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *